Masjid Digital Al-Hidayah · Cipete Utara, Jakarta Selatan
Masjid Jami' Al-HidayahCipete Utara · Jakarta Selatan

Man Nahnu · Siapa Kami

Profil Masjid Al-Hidayah

Jejak sejarah, kepemimpinan, kepengurusan, kegiatan pembinaan umat, serta sarana dan prasarana Masjid Jami’ Al-Hidayah Cipete Utara.

Masjid Jami Al-Hidayah

Sejarah Berdirinya

Dari Musholla Menjadi Masjid yang Memakmurkan Umat

Masjid Al-Hidayah berakar dari musholla yang dimakmurkan keluarga H. Jian dan masyarakat setempat. Seiring perkembangan kawasan Cipete Utara, musholla ditingkatkan menjadi masjid, berkembang melalui pembangunan dan pemugaran, serta menjadi pusat ibadah dan pembinaan masyarakat.

Tanah masjid merupakan bagian dari sejarah wakaf keluarga H. Jian. Dokumen profil juga mencatat upaya berkelanjutan untuk menjaga legalitas dan batas tanah wakaf sebagai amanah lintas generasi.

Tonggak Sejarah

Perjalanan Masjid

Sebelum 1940

H. Jian mempunyai bidang tanah peninggalan keluarga yang dikuasai dan digarap. Di atas kawasan tersebut telah berdiri musholla yang dimakmurkan keluarga.

1960

Musholla berkembang menjadi masjid oleh Keluarga Besar Bani Jian bersama masyarakat setempat.

1975

Anak-anak H. Jian menyatakan wakaf atas tanah yang telah berdiri masjid, kurang lebih 1.000 m².

1976–1977

Pengurus mengajukan pembangunan, memperoleh dukungan pemerintah, dan masjid kemudian diresmikan oleh Walikota Jakarta Selatan.

1995–1998

Masjid dikembangkan menjadi dua lantai dan dibangun menara untuk menampung jamaah yang semakin banyak.

2022

IMB Masjid Al-Hidayah diterbitkan.

2024

Keluarga melanjutkan upaya penertiban legalitas dan sertifikasi tanah wakaf sesuai sejarah ikrar wakaf.

Sejarah Kepemimpinan

Ketua DKM dari Masa ke Masa

H. Marjuki bin H. Jian
1941–1990

H. Marjuki bin H. Jian

Ketua DKM

Memimpin periode awal perkembangan Masjid Al-Hidayah.

KH. Rohmani bin H. Marjuki
1990–1996

KH. Rohmani bin H. Marjuki

Ketua DKM

Melanjutkan amanah kepemimpinan DKM.

H. Bahrudin bin H. Marjuki
1996–2018

H. Bahrudin bin H. Marjuki

Ketua DKM

Memimpin masa pengembangan pelayanan dan fasilitas.

KH Achmad Jailani bin H. Marjuki
2018–sekarang

KH Achmad Jailani bin H. Marjuki

Ketua DKM

Ketua DKM Masjid Jami’ Al-Hidayah saat ini.

Kepengurusan Saat Ini

Dewan Kemakmuran Masjid

KetuaKH Achmad Jailani bin H. Marjuki
SekretarisUstadz Muhammad Nuh HZ
BendaharaUstadz H. Munadi HZ
Ketua IPMAHUstadz Abdurrohim AS

Imam Rawatib

  • Ust. Ahmad Mustain
  • Ust. H. Munadi HZ
  • Ust. Ardi Halim
  • Ust. Abdul Rochim HS
  • Ust. Abbul Basith

Adzan & Iqomah

  • Ust. Ardani Hasan
  • Ust. Muhammad Achfas
  • Susanto

Sarana & Prasarana

Fasilitas Jamaah

Fasilitas ibadah, sanitasi, pelayanan sosial, pendidikan, dan administrasi untuk mendukung kenyamanan serta kemaslahatan jamaah.

Ruang Ibadah Dua Lantai
Prasarana

Ruang Ibadah Dua Lantai

Ruang ibadah luas dua lantai dengan pendingin udara untuk salat, tadarus, dan zikir.

Menara & Kubah
Prasarana

Menara & Kubah

Menara dan kubah yang mendukung pengeras suara untuk mengumandangkan azan.

Aula Masjid
Prasarana

Aula Masjid

Aula ±105 m² berkapasitas sekitar 60 orang untuk pernikahan, rapat, dan kegiatan masyarakat.

Prasarana

Sekretariat Masjid

Ruang administrasi takmir untuk program, koordinasi, monitoring, dan evaluasi.

Wudhu & Sanitasi
Prasarana

Wudhu & Sanitasi

Tempat wudhu dan toilet terpisah untuk laki-laki dan perempuan serta sistem resapan air.

Beduk Bersejarah
Sarana

Beduk Bersejarah

Beduk dan kentongan yang telah digunakan sejak masa musholla dan tetap aktif hingga kini.

Sarana

Perpustakaan Masjid

Lemari perpustakaan untuk penyimpanan kitab dan buku-buku keislaman.

Sarana

Ambulans Jamaah

Satu unit ambulans untuk membantu jamaah sakit dan pelayanan keluarga yang berduka.

Majelis & Pendidikan

Majelis Taklim kaum bapak, kaum ibu, remaja masjid, kuliah subuh Ramadan, dan TPA menjadi bagian pembinaan rutin jamaah.

Sosial & ZIS

Pengelolaan zakat, infak, sedekah, qurban, Jumat Berkah, dan santunan yatim diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Tradisi Jamaah

Yasin, tahlil, Barzanji, kerja bakti, tadarus Ramadan, buka puasa bersama, pawai obor, dan kegiatan kebersamaan lainnya memperkuat ukhuwah.